Kau tau bagaimana degub jantungku berpacu sedemikian rupa dengan detak jam.
Bahkan melebihi bagaimana cepatnya jarum jam berdetak.
Ketika mataku menatap lekat sejauh kornea ini memandangmu.
Nafasku tertahan sebentar ketika mata indah milikmu saling ber'adu tatap dikejauhan dengan sorot mata'ku
Seakan-akan ada sebuah musik mengalun
Seakan-akan setelah ini akan ada coklat dingin yang menemani'ku membaca Novel ditengah hujan.
Aih.. Bagaimana mungkin aku berfikir akan membaca novel diTengah rinai hujan. Bukankah Kertas diTiap lembarannya akan luntur.Atau aku akan menikmati nikmatnya dingin memelukku lekat diTengah hujan.
Nanar mataku melihatmu semakin jauh diPelupuk mataku.
Aku melihat punggunggmu mulai menjauh.
Aku berfikir sejenak bagaimana Selanjutnya dari firasat ini.
-Senin🔙
Komentar
Posting Komentar